Manajemen Beban Latihan: TSS, CTL, ATL & TSB untuk Sepeda

Kuasai Bagan Manajemen Performa untuk mengoptimalkan latihan, mencegah overtraining, dan mencapai puncak target bersepeda Anda

🎯 Poin Utama: Beban Latihan untuk Sepeda

  • Training Stress Score (TSS) mengukur seberapa keras setiap perjalanan berdampak pada tubuh Anda, menggabungkan daya, intensitas, dan durasi
  • CTL (Chronic Training Load) mengukur kebugaran jangka panjang Anda yang dibangun selama 42 hari latihan konsisten
  • ATL (Acute Training Load) melacak kelelahan baru-baru ini dari 7 hari bersepeda terakhir
  • TSB (Training Stress Balance) menunjukkan keseimbangan kebugaran-kelelahan dan kesiapan Anda untuk balapan atau pemulihan
  • Memahami beban latihan bersepeda mencegah overtraining dan mengoptimalkan waktu performa melalui periodisasi berbasis data

Fondasi: Perhitungan TSS memerlukan Functional Threshold Power (FTP) Anda sebagai titik referensi ambang batas.

Apa itu Training Stress Score (TSS)?

Training Stress Score menjawab pertanyaan kritis: Seberapa keras perjalanan itu? Bukan hanya jarak atau waktu, tetapi stres fisiologis sebenarnya yang dibebankan pada tubuh Anda oleh setiap sesi bersepeda.

Training Stress Score (TSS), yang dikembangkan oleh Dr. Andrew Coggan, menyediakan metode standar untuk mengukur intensitas dan durasi latihan menjadi satu angka. TSS merevolusi latihan bersepeda dengan membuat latihan berbasis daya dapat diakses dan ditindaklanjuti.

Standar TSS untuk Sepeda

Satu jam pada Functional Threshold Power (FTP) Anda = 100 TSS

Standarisasi ini memungkinkan perbandingan lintas latihan, minggu, dan siklus latihan. Upaya ambang batas 30 menit = ~50 TSS. Perjalanan ambang batas 2 jam = ~200 TSS.

Bagaimana TSS Dihitung

TSS = (detik × NP × IF) / (FTP × 3600) × 100

Dimana:

  • NP (Normalized Power) = "Biaya" fisiologis dari perjalanan
  • IF (Intensity Factor) = NP / FTP (intensitas relatif terhadap ambang batas)
  • Duration = Total waktu perjalanan dalam detik
  • FTP = Daya ambang fungsional Anda dalam watt

Contoh Perhitungan: Gowes Ketahanan 2 Jam

Profil Pengendara:

  • FTP: 250W

Data Perjalanan:

  • Durasi: 2 jam (7200 detik)
  • Normalized Power: 200W

Langkah 1: Hitung Faktor Intensitas (IF)

IF = NP / FTP
IF = 200W / 250W
IF = 0.80

Langkah 2: Hitung TSS

TSS = (7200d × 200W × 0.80) / (250W × 3600) × 100
TSS = (1,152,000) / (900,000) × 100
TSS = 128 TSS

Interpretasi: Gowes ketahanan 2 jam ini pada 80% FTP menghasilkan 128 TSS—stimulus latihan aerobik yang solid yang khas dari pembangunan basis.

Pedoman TSS Berdasarkan Jenis Latihan

Jenis Latihan Rentang TSS Faktor Intensitas Deskripsi
Gowes Pemulihan 20-50 TSS IF < 0.65 Putaran santai, pemulihan aktif, 30-60 menit
Ketahanan Ringan 50-100 TSS IF 0.65-0.75 Kecepatan percakapan, membangun basis aerobik, 1-2 jam
Ketahanan Sedang 100-150 TSS IF 0.75-0.85 Gowes stabil, gowes grup, 2-3 jam
Gowes Tempo 150-200 TSS IF 0.85-0.95 Latihan sweet spot, upaya tempo berkelanjutan, 2-3 jam
Latihan Ambang Batas 200-300 TSS IF 0.95-1.05 Interval FTP, simulasi balapan, 2-4 jam dengan kualitas
Interval VO₂max 150-250 TSS IF 1.05-1.15 Interval keras pada 120% FTP, 1-2 jam dengan intensitas tinggi
Simulasi Balapan 200-400 TSS IF 0.90-1.05 Upaya spesifik acara, kriterium, balap jalan raya, 2-5 jam

📊 Target TSS Mingguan Berdasarkan Level Pesepeda

  • Pesepeda Pemula: 200-400 TSS/minggu (3-4 gowes/minggu)
  • Pesepeda Rekreasi: 400-600 TSS/minggu (4-5 gowes/minggu)
  • Amatir Kompetitif: 600-900 TSS/minggu (5-7 gowes/minggu)
  • Elit/Profesional: 900-1500+ TSS/minggu (8-12+ sesi/minggu)

Ini terakumulasi menuju Chronic Training Load (CTL) Anda, metrik kebugaran yang dijelaskan di bawah ini.

Bagan Manajemen Performa (PMC)

PMC memvisualisasikan tiga metrik yang saling berhubungan yang menceritakan kisah lengkap latihan bersepeda Anda: kebugaran, kelelahan, dan form.

📈

CTL - Chronic Training Load

KEBUGARAN Anda

Rata-rata tertimbang eksponensial 42 hari dari TSS harian. Mewakili kebugaran aerobik jangka panjang dan adaptasi latihan dari bersepeda yang konsisten.

CTL hari ini = CTL kemarin + (TSS hari ini - CTL kemarin) / 42

ATL - Acute Training Load

KELELAHAN Anda

Rata-rata tertimbang eksponensial 7 hari dari TSS harian. Menangkap stres latihan baru-baru ini dan akumulasi kelelahan dari minggu bersepeda terakhir.

ATL hari ini = ATL kemarin + (TSS hari ini - ATL kemarin) / 7
🎯

TSB - Training Stress Balance

FORM Anda

Perbedaan antara kebugaran kemarin dan kelelahan hari ini. Menunjukkan kesiapan untuk tampil atau kebutuhan untuk istirahat sebelum perjalanan berkualitas atau balapan berikutnya.

TSB = CTL (kemarin) - ATL (hari ini)

CTL: Metrik Kebugaran Bersepeda Anda

Apa yang Diwakili CTL bagi Pesepeda

CTL mengukur beban latihan yang telah diadaptasi oleh tubuh Anda selama 6 minggu terakhir. CTL yang lebih tinggi dalam bersepeda berarti:

  • Kapasitas aerobik dan ketahanan yang lebih besar
  • Kemampuan untuk menangani lebih banyak volume dan intensitas latihan
  • Efisiensi metabolisme dan oksidasi lemak yang ditingkatkan
  • Output daya berkelanjutan yang lebih tinggi
  • Pemulihan yang lebih baik di antara upaya keras

Konstanta Waktu: 42 Hari

CTL memiliki waktu paruh sekitar 14-15 hari. Setelah 42 hari, sekitar 36,8% (1/e) dari dampak satu latihan tetap ada dalam perhitungan kebugaran Anda.

Peluruhan lambat ini berarti kebugaran dibangun secara bertahap tetapi juga memudar perlahan—Anda bisa mengambil cuti seminggu tanpa kehilangan kebugaran besar.

Nilai CTL Khas Berdasarkan Level Pesepeda

Pesepeda Pemula:
20-40 CTL

Membangun kebugaran dasar, 3-4 gowes/minggu

Pesepeda Rekreasi:
40-80 CTL

Latihan rutin, 4-5 gowes/minggu

Amatir Kompetitif:
80-120 CTL

Balapan volume tinggi, 6-8 sesi/minggu

Elit/Profesional:
120-200+ CTL

Beban latihan profesional, 10-15+ jam/minggu

⚠️ Batas Tingkat Peningkatan (Ramp Rate) CTL
  • Aman: +3-8 CTL per minggu
  • Agresif tapi berkelanjutan: +8-12 CTL per minggu
  • Risiko tinggi: >12 CTL per minggu

Melebihi tingkat ini secara signifikan meningkatkan risiko cedera dan penyakit. Bangun secara bertahap untuk peningkatan kebugaran yang berkelanjutan.

Membangun CTL dengan Aman: Tingkat Peningkatan (Ramp Rate)

Contoh Progresi CTL (Fase basis 12 minggu)

  • Minggu 1: CTL 60 → 65 (+5)
  • Minggu 2: CTL 65 → 70 (+5)
  • Minggu 3: CTL 70 → 75 (+5)
  • Minggu 4: CTL 75 → 78 (+3, minggu pemulihan)
  • Minggu 5: CTL 78 → 83 (+5)
  • Minggu 6: CTL 83 → 88 (+5)
  • Minggu 7: CTL 88 → 93 (+5)
  • Minggu 8: CTL 93 → 96 (+3, minggu pemulihan)
  • Minggu 9: CTL 96 → 102 (+6)
  • Minggu 10: CTL 102 → 108 (+6)
  • Minggu 11: CTL 108 → 114 (+6)
  • Minggu 12: CTL 114 → 116 (+2, pemulihan pra-bangun)

Hasil: +56 poin CTL selama 12 minggu (rata-rata 4,7/minggu) - progresi berkelanjutan dari level kebugaran rekreasi ke kompetitif.

ATL: Metrik Kelelahan Bersepeda Anda

ATL melacak stres latihan jangka pendek—kelelahan yang terakumulasi dalam satu minggu terakhir bersepeda. Ini meningkat dengan cepat setelah latihan keras dan turun dengan cepat selama istirahat, membuatnya penting untuk mengelola pemulihan di antara sesi berkualitas.

Dinamika ATL dalam Latihan Sepeda

  • Respons Cepat: Konstanta waktu 7 hari (waktu paruh ~2,4 hari)
  • Pola Lonjakan: Melonjak setelah gowes keras, turun selama hari pemulihan
  • Indikator Pemulihan: ATL turun = kelelahan menghilang di antara sesi
  • Peringatan Overtraining: ATL yang meningkat secara kronis menunjukkan pemulihan yang tidak memadai
  • Keseimbangan Latihan: ATL harus melacak dengan CTL tetapi berfluktuasi lebih banyak

🔬 Model Kebugaran-Kelelahan

Setiap perjalanan latihan menghasilkan dua efek:

  1. Stimulus kebugaran (membangun lambat, tahan lama)
  2. Kelelahan (membangun cepat, menghilang cepat)

Performa = Kebugaran - Kelelahan. PMC memvisualisasikan model ini, memungkinkan periodisasi ilmiah dan waktu balapan yang optimal.

Pada Keadaan Stabil (Steady State)

Ketika beban latihan konsisten minggu ke minggu, CTL dan ATL bertemu:

Contoh: 500 TSS/minggu secara konsisten

TSS harian ≈ 71
CTL mendekati ~71
ATL mendekati ~71
TSB mendekati 0

Interpretasi: Kebugaran dan kelelahan seimbang. Pemeliharaan latihan yang berkelanjutan—tidak ada akumulasi defisit atau surplus.

Selama Fase Bangun (Build)

Saat meningkatkan volume atau intensitas:

ATL naik lebih cepat daripada CTL karena konstanta waktu yang lebih pendek. TSB menjadi negatif (kelelahan > kebugaran). Ini normal dan produktif—Anda menerapkan beban berlebih (overload) untuk merangsang adaptasi.

Target TSB: -10 hingga -30 selama blok latihan produktif

Selama Taper untuk Balapan

Saat mengurangi beban latihan sebelum kompetisi:

ATL turun lebih cepat daripada CTL. TSB menjadi positif (kebugaran > kelelahan). Ini adalah tujuannya—tiba di hari balapan dengan segar siap untuk tampil sambil mempertahankan kebugaran.

Target TSB: +10 hingga +25 pada hari balapan tergantung pada acara

TSB: Keseimbangan Kebugaran-Kelelahan dan Kesiapan Balapan Anda

TSB (Training Stress Balance) adalah perbedaan antara kebugaran kemarin (CTL) dan kelelahan hari ini (ATL). Ini menunjukkan apakah Anda segar atau lelah, siap untuk balapan atau membutuhkan hari pemulihan.

Panduan Interpretasi TSB untuk Pesepeda

Rentang TSB Status Interpretasi Tindakan yang Disarankan
< -30 Risiko Overtraining Kelelahan ekstrem. Risiko penyakit/cedera tinggi. Pemulihan segera diperlukan. Kurangi volume 50%+. Pertimbangkan hari istirahat.
-20 hingga -30 Blok Latihan Optimal Overload produktif. Membangun kebugaran. Lanjutkan rencana. Pantau kelelahan berlebihan atau penurunan daya.
-10 hingga -20 Beban Latihan Sedang Akumulasi latihan standar. Latihan normal. Bisa menangani sesi interval atau ambang batas berkualitas.
-10 hingga +10 Netral/Pemeliharaan Keadaan seimbang. Sedikit kelelahan atau kesegaran. Baik untuk balapan B/C, tes FTP, atau minggu pemulihan.
+10 hingga +25 Form Balapan Puncak Segar dan bugar. Jendela performa optimal. Balapan prioritas A. Performa bersepeda puncak yang diharapkan.
> +25 Sangat Segar/Detraining Sangat istirahat. Mungkin kehilangan kebugaran. Acara eksplosif pendek OK. Lanjutkan latihan jika istirahat diperpanjang.

🎯 Target TSB Berdasarkan Jenis Acara

  • Kriterium/Sprint: TSB +5 hingga +15 (taper pendek, pertahankan ketajaman)
  • Balap Jalan Raya: TSB +10 hingga +20 (taper 10-14 hari)
  • Time Trial: TSB +15 hingga +25 (taper 14-21 hari untuk daya puncak)
  • Gran Fondo/Century: TSB +5 hingga +15 (taper 7-10 hari, pertahankan ketahanan)
  • Balap Tahap (Stage Races): TSB -5 hingga +10 (tiba sedikit lelah, butuh ketahanan daripada kesegaran)

Acara eksplosif yang lebih pendek membutuhkan TSB yang lebih tinggi. Acara ketahanan yang lebih lama membutuhkan TSB moderat untuk mempertahankan ketahanan.

Periodisasi dengan Bagan Manajemen Performa

Contoh Siklus Latihan 16 Minggu

Minggu 1-4: Fase Basis

  • Tujuan: Membangun CTL secara stabil sebesar 3-5 poin/minggu
  • TSS Mingguan: 400 → 450 → 500 → 450 (minggu pemulihan)
  • Progresi CTL: 60 → 73
  • Rentang TSB: -5 hingga -15 (kelelahan yang dapat dikelola)
  • Fokus: Gowes stabil panjang, ketahanan Zona 2, membangun basis aerobik

Minggu 5-8: Fase Bangun (Build)

  • Tujuan: Melanjutkan pertumbuhan CTL sebesar 5-8 poin/minggu dengan latihan yang lebih keras
  • TSS Mingguan: 500 → 550 → 600 → 500 (minggu pemulihan)
  • Progresi CTL: 73 → 93
  • Rentang TSB: -15 hingga -25 (overload produktif)
  • Fokus: Interval sweet spot, kerja ambang batas, gowes tempo lebih lama

Minggu 9-12: Fase Puncak (Peak)

  • Tujuan: Maksimalkan CTL, beban latihan tertinggi
  • TSS Mingguan: 600 → 650 → 650 → 550 (minggu pemulihan)
  • Progresi CTL: 93 → 108
  • Rentang TSB: -20 hingga -30 (stimulus maksimum)
  • Fokus: Interval spesifik balapan, kerja VO₂max, simulasi acara

Minggu 13-14: Blok Pemulihan

  • Tujuan: Biarkan tubuh menyerap latihan, bersiap untuk taper
  • TSS Mingguan: 400 → 400
  • Progresi CTL: 108 → 103 (sedikit turun, kebugaran dipertahankan)
  • Rentang TSB: -5 hingga +5 (netral)
  • Fokus: Ketahanan mudah, gowes menyenangkan, kurangi intensitas

Minggu 15-16: Taper + Minggu Balapan

  • Tujuan: Puncak untuk hari balapan dengan TSB +15-20
  • TSS Mingguan: 350 → 250 + balapan
  • Progresi CTL: 103 → 98 (kehilangan kebugaran minimal)
  • Progresi ATL: Turun drastis dari ~85 ke ~50
  • TSB pada hari balapan: +18 hingga +22
  • Hasil: Kaki segar, kebugaran dipertahankan, siap untuk performa puncak

✅ Mengapa Taper Berhasil

Konstanta waktu yang berbeda (42 hari untuk CTL, 7 hari untuk ATL) menciptakan efek taper:

  • ATL merespons dengan cepat → Kelelahan menghilang dalam 7-10 hari
  • CTL merespons lambat → Kebugaran bertahan selama berminggu-minggu
  • Hasil: Kebugaran tetap ada sementara kelelahan menghilang = kaki segar untuk performa puncak

Beban Latihan Sepeda Jalan Raya vs Sepeda Gunung

Aspek Sepeda Jalan Raya (Road) Sepeda Gunung (MTB)
Profil Daya Upaya stabil dan berkelanjutan dengan fluktuasi minimal Daya "bursty" yang sangat bervariasi dengan lonjakan sering
Indeks Variabilitas (VI) 1.02-1.05 (sangat stabil) 1.10-1.20+ (sangat bervariasi)
Akumulasi TSS Dapat diprediksi, bisa direncanakan dengan tepat Bervariasi, kesulitan jalur sangat mempengaruhi TSS
Normalized Power Mendekati daya rata-rata Secara signifikan lebih tinggi dari daya rata-rata
Fokus Latihan Utama Ambang batas berkelanjutan, kerja tempo Interval burst, manajemen W', keterampilan teknis
Interpretasi CTL Indikator kebugaran langsung Indikator kebugaran tetapi keterampilan teknis = 50% dari performa

Pertimbangan Khusus MTB

Bersepeda gunung memerlukan interpretasi PMC yang berbeda:

  • Jalur sama, TSS berbeda: Kesulitan jalur secara masif mempengaruhi TSS untuk rute yang sama
  • Deteksi burst: Hitung lonjakan di atas ambang batas—balapan XC bisa memiliki 88+ lonjakan dalam 2 jam
  • Keterampilan lebih penting: Kemampuan teknis menyumbang ~50% dari performa MTB vs ~20% dalam bersepeda jalan raya
  • Gunakan jendela daya pendek: Rata-rata 3-5 detik penting untuk MTB vs 30 detik untuk jalan raya

Kesalahan Umum Manajemen Beban Latihan

1️⃣ Membangun CTL Terlalu Cepat

Kesalahan: Melonjak 15-20 poin CTL per minggu mencoba untuk "mengejar" target level kebugaran.

Solusi: Batasi peningkatan hingga 3-8 CTL/minggu. Bersabarlah—kebugaran butuh waktu untuk dibangun dengan aman.

2️⃣ Tidak Pernah Taper

Kesalahan: Berlatih keras terus menerus, tiba di balapan dengan TSB -20 hingga -30.

Solusi: Kurangi volume 7-14 hari sebelum acara utama. Biarkan TSB naik ke +10-25 untuk performa puncak.

3️⃣ Mengabaikan Peringatan TSB

Kesalahan: Terus mendorong ketika TSB turun di bawah -30 untuk periode yang diperpanjang.

Solusi: Ambil pemulihan wajib ketika TSB < -30. Tubuh Anda memberi tahu Anda bahwa ia butuh istirahat.

4️⃣ Mengejar Latihan Acak

Kesalahan: Mengikuti apa pun yang terasa enak daripada peningkatan beban progresif.

Solusi: Ikuti rencana terstruktur dengan progresi CTL yang direncanakan dan minggu pemulihan.

5️⃣ Membandingkan dengan Orang Lain

Kesalahan: "Rekan setim saya memiliki CTL 120, saya butuh itu juga!"

Solusi: CTL bersifat individual. CTL berkelanjutan Anda tergantung pada riwayat latihan dan genetika Anda.

6️⃣ Melewatkan Minggu Pemulihan

Kesalahan: Membangun CTL terus menerus tanpa jadwal minggu pemulihan.

Solusi: Setiap 3-4 minggu, kurangi volume 30-40% untuk mengkonsolidasikan adaptasi kebugaran.

Penelitian & Validasi Ilmiah

Bagan Manajemen Performa dan metodologi TSS didukung oleh penelitian ilmu olahraga selama beberapa dekade:

Makalah Penelitian Utama

  • Allen, H., & Coggan, A.R. (2019). Training and Racing with a Power Meter (Edisi ke-3). VeloPress. — Teks dasar yang memperkenalkan TSS, NP, IF, CTL, ATL, TSB.
  • Banister, E.W., Calvert, T.W., Savage, M.V., & Bach, T. (1975). A Systems Model of Training for Athletic Performance. Australian Journal of Sports Medicine, 7, 57-61. — Model kebugaran-kelelahan impuls-respons asli.
  • Murray, N.B., et al. (2017). Training Load Monitoring Using Exponentially Weighted Moving Averages. — Memvalidasi EWMA untuk pemantauan beban akut/kronis.
  • Jones, A.M., et al. (2019). Critical Power: Theory and Applications. Journal of Applied Physiology, 126(6), 1905-1915. — Model Critical Power yang mendasari konsep FTP.

💡 TrainingPeaks & WKO5

TSS, CTL, ATL, dan TSB adalah metrik hak milik yang dikembangkan oleh Dr. Andrew Coggan dan dilisensikan ke TrainingPeaks. Mereka dianggap sebagai standar industri untuk manajemen beban latihan berbasis daya dalam bersepeda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan: Beban Latihan untuk Sepeda

Berapa banyak TSS per minggu yang harus saya lakukan?

TSS mingguan tergantung pada level Anda: Pemula: 200-400 TSS/minggu, Rekreasi: 400-600 TSS/minggu, Amatir kompetitif: 600-900 TSS/minggu, Elit/Pro: 900-1500+ TSS/minggu. Mulailah secara konservatif dan tingkatkan secara bertahap sebesar 3-8 poin CTL per minggu.

Apa CTL yang baik untuk level bersepeda saya?

Nilai CTL tipikal: Pemula 20-40, Pesepeda rekreasi 40-80, Amatir kompetitif 80-120, Elit/Profesional 120-200+. CTL berkelanjutan Anda tergantung pada riwayat latihan, waktu yang tersedia, dan kemampuan pemulihan. Fokus pada peningkatan progresif daripada angka absolut.

Berapa lama saya harus taper sebelum balapan?

Durasi taper tergantung pada jenis acara: Balapan pendek/kriterium: 7-10 hari, Balap jalan raya: 10-14 hari, Time trial: 14-21 hari (butuh kesegaran maksimum), Balap tahap: 7-10 hari (tidak ingin terlalu segar). Target TSB +10 hingga +25 pada hari balapan tergantung pada tuntutan acara.

Bisakah saya berlatih saat TSB -30 atau lebih rendah?

TSB di bawah -30 menunjukkan kelelahan ekstrem dan risiko overtraining tinggi. Tidak disarankan untuk melanjutkan latihan keras pada tingkat ini. Kurangi volume hingga 50%+ dan ambil gowes pemulihan mudah sampai TSB naik ke -20 atau lebih tinggi. Dengarkan tubuh Anda—kelelahan terus-menerus, penurunan daya, tidur buruk, atau penyakit adalah tanda peringatan.

Bagaimana cara menggunakan PMC untuk balap sepeda gunung?

Balap MTB memerlukan interpretasi PMC yang dimodifikasi: Fokus pada deteksi burst/lonjakan di atas ambang batas (88+ dalam balapan XC), gunakan jendela daya yang lebih pendek (3-5 detik), sadari bahwa keterampilan teknis menyumbang ~50% dari performa (vs ~20% bersepeda jalan raya), dan pahami bahwa kesulitan jalur sangat mempengaruhi akumulasi TSS untuk rute yang sama.

Mengapa CTL saya turun selama taper?

CTL turun sedikit selama taper adalah normal dan diharapkan. Penurunan CTL 5-10 poin selama 2 minggu taper mewakili kehilangan kebugaran minimal (konstanta waktu 42 hari berarti kebugaran dipertahankan). Sementara itu, ATL turun jauh lebih cepat (konstanta waktu 7 hari), menghilangkan kelelahan. Ini menciptakan TSB positif dan kaki segar untuk balapan.

Apa perbedaan antara TSS dan kilojoules?

Kilojoules mengukur total kerja yang dilakukan (pengeluaran energi), sedangkan TSS mengukur stres latihan relatif terhadap FTP Anda. Perjalanan 200W selama 1 jam = 720 kJ untuk semua orang, tetapi TSS tergantung pada FTP Anda. Jika FTP Anda 200W, TSS = 100. Jika FTP Anda 300W, TSS = 44. TSS memperhitungkan tingkat kebugaran individu; kJ tidak.

Haruskah saya melacak TSS untuk latihan dalam ruangan?

Tentu saja. TSS ideal untuk latihan dalam ruangan karena data daya konsisten dan variabel lingkungan terkontrol. TSS dalam ruangan berkontribusi langsung pada perhitungan CTL/ATL/TSB Anda. Namun, beberapa pesepeda merasa mereka dapat menangani TSS dalam ruangan yang sedikit lebih tinggi daripada luar ruangan karena tidak ada coasting atau turunan.

Kuasai Beban Latihan Bersepeda Anda

Memahami Training Stress Score dan Bagan Manajemen Performa mengubah latihan subjektif menjadi optimalisasi performa berbasis data yang objektif. Dengan memantau TSS, CTL, ATL, dan TSB, Anda mendapatkan kontrol yang tepat atas progresi kebugaran, manajemen kelelahan, dan waktu balapan puncak.

Sistem CTL-ATL-TSB mencegah overtraining, mengoptimalkan waktu pemulihan, dan memastikan Anda tiba di balapan target dengan keseimbangan kebugaran-kelelahan yang sempurna untuk performa bersepeda puncak.