Sepeda Jalan Raya vs MTB - Mengapa Profil Daya Sangat Berbeda
Sebagian besar platform analitik bersepeda memperlakukan semua kegiatan bersepeda sama. Itu salah. Sepeda Jalan Raya dan MTB memerlukan pendekatan analisis yang berbeda secara fundamental.
🚨 Masalah Kritis dengan Analitik Bersepeda Generik
TrainingPeaks, Strava, WKO5, dan lainnya menerapkan asumsi sepeda jalan raya pada data sepeda gunung. Mereka mengharapkan daya yang halus, upaya stabil, dan variabilitas rendah. Ketika mereka melihat lonjakan eksplosif dan variabilitas tinggi MTB, mereka menandainya sebagai "pacing buruk" atau "tidak efisien".
Kenyataan: Variabilitas tinggi optimal untuk MTB. Variabilitas rendah di jalur berarti Anda tidak mendorong cukup keras di tanjakan atau Anda mengayuh saat turunan (membuang energi). Bike Analytics memahami perbedaan ini.
Perbandingan Berdampingan: Jalan Raya vs MTB
| Metrik | Sepeda Jalan Raya | Sepeda Gunung (MTB) |
|---|---|---|
| Indeks Variabilitas (VI) | 1.02-1.05 | 1.10-1.20+ |
| Kehalusan Daya (Power Smoothness) | Output stabil, konsisten | Sangat bervariasi, "meledak-ledak" |
| Selisih Rata-rata vs NP | 5-10W | 30-50W |
| Sistem Energi Utama | Aerobik (Z2-Z4) | Campuran aerobik/anaerobik |
| Pola Penggunaan W' | Deplesi minimal | Siklus deplesi/pemulihan konstan |
| Model Analisis Terbaik | Zona berbasis FTP | CP & saldo W' |
| Durasi Upaya Tipikal | 20-60+ menit stabil | 30s-10menit bervariasi |
| Waktu Meluncur (%) | 5-10% | 20-40% |
| Dampak Keterampilan Teknis | Rendah (10-20% dari performa) | Sangat Tinggi (40-50% dari performa) |
| Pentingnya Aerodinamika | Kritis (80% resistensi >25 km/jam) | Minimal (posisi tegak wajib) |
| Penempatan Power Meter | Bebas (posisi jalan stabil) | Pedal atau spider disukai (perlindungan) |
| Kadensi (rpm) | 85-95 tipikal | 65-75 tipikal |
| HR Cocok dengan Daya? | Ya (korelasi stabil) | Tidak (HR tetap tinggi selama turunan 0W) |
Mengapa Perbedaan Ini Penting untuk Analitik
1. Tantangan Tes FTP
Sepeda Jalan Raya
- Tes FTP 20 menit bekerja sempurna (kondisi stabil dapat dicapai)
- Temukan jalan datar atau trainer dalam ruangan
- Berkendara dengan upaya berkelanjutan maksimum selama 20 menit
- FTP = 95% dari daya rata-rata 20 menit
- Sangat dapat diulang (±3W tes-tes ulang)
Sepeda Gunung (MTB)
- Tes 20 menit melebih-lebihkan ambang batas (sulit mempertahankan daya stabil di jalur)
- Jalur terus-menerus mengganggu upaya stabil
- FTP MTB biasanya 5-10% lebih rendah dari FTP jalan raya
- Solusi #1: Tes FTP di jalan raya, kurangi 5-10% untuk zona MTB
- Solusi #2: Gunakan model Critical Power (CP) sebagai gantinya
Contoh nyata: Pengendara memiliki FTP jalan raya 280W. Di MTB, daya berkelanjutan turun menjadi 260W karena kadensi lebih rendah, perubahan posisi, dan upaya terputus. Menggunakan FTP 280W untuk zona latihan MTB = semua latihan 7% terlalu keras.
2. Aplikasi Zona Latihan
Sepeda Jalan Raya
- Batas zona bersih bekerja dengan sempurna
- Target: "20 menit di Zona 4 (91-105% FTP)"
- Dapat dicapai: Pertahankan 95-100% FTP stabil selama 20 menit penuh
- Hasil: 19-20 menit di Z4, <1 menit di zona lain
- Disiplin zona sangat jelas
Sepeda Gunung (MTB)
- Pencampuran zona tidak dapat dihindari dan normal
- Target: "Perjalanan ambang batas Z4"
- Realitas: 40% waktu di Z4, 25% Z5-Z6 (bagian curam), 20% Z2-Z3 (pemulihan), 15% Z1 (turunan)
- Hasil: Dicapai melalui NP tinggi meskipun daya instan bervariasi
- Terima varian - nilai berdasarkan NP dan TSS keseluruhan
Wawasan kunci: Latihan MTB menargetkan NP di zona yang diinginkan, bukan daya instan. Perjalanan jalur yang menunjukkan 85% FTP NP adalah latihan ambang batas yang efektif, bahkan jika daya instan berkisar dari 50-150% FTP.
3. Perhitungan & Interpretasi TSS
Sepeda Jalan Raya
- TSS terakumulasi secara dapat diprediksi: 100 TSS = 1 jam di FTP
- Contoh: 2 jam pada 80% FTP = 128 TSS (sangat konsisten)
- TSS secara akurat mencerminkan stres fisiologis
- Membandingkan TSS antar perjalanan dapat diandalkan
- Kebutuhan pemulihan sebanding dengan TSS
Sepeda Gunung (MTB)
- Jalur yang sama = TSS serupa (bagus untuk melacak kemajuan)
- Contoh: Jalur 2 jam yang sama = 105 TSS setiap saat
- NP tinggi menggelembungkan TSS - 100 TSS terasa lebih keras daripada jalan raya
- Stres teknis tidak ditangkap oleh TSS saja
- Solusi: Sesuaikan interpretasi TSS atau tambahkan 10-20% untuk jalur teknis
⚠️ Peringatan: Jangan membandingkan TSS secara langsung lintas disiplin. Perjalanan jalan raya 150 TSS ≠ perjalanan MTB teknis 150 TSS dalam hal kelelahan yang dihasilkan. Daya variabel dan tuntutan teknis MTB menciptakan stres tambahan yang tidak tercermin dalam TSS berbasis daya.
4. Strategi Pacing
Sepeda Jalan Raya
- Daya merata (iso-power) optimal
- Time trials: Pertahankan 95-100% FTP sepanjang durasi
- Minimalkan deplesi W' (simpan untuk sprint/serangan)
- Variabilitas tidak efisien (membuang energi)
- Target: VI < 1.05 untuk time trials
- Kehalusan daya = efisiensi kecepatan
Sepeda Gunung (MTB)
- Daya variabel optimal - melonjak saat dibutuhkan
- Tanjakan curam: Dorong ke 130-150% FTP selama 10-30 detik
- Gunakan W' secara taktis, pulihkan di datar/turunan
- Mengelola saldo W' adalah strategi balapan
- Diharapkan: VI 1.10-1.20 (VI rendah = kurang mendorong)
- Medan mendikte daya, bukan rencana pacing
Contoh praktis: Tanjakan MTB dengan gradien rata-rata 5% tetapi bagian curam 8-12%. Pacing cerdas: Lonjakan ke 140% FTP pada bagian 12% (20-30s), pulihkan ke 70% FTP pada bagian 5%. Hasil: Waktu lebih cepat daripada 95% FTP stabil sepanjang tanjakan.
5. Optimalisasi Peralatan & Pengaturan
Sepeda Jalan Raya
- Aero segalanya - roda, helm, posisi, pakaian
- Posisi aero agresif menghemat 30-50W pada 40 km/jam
- Pengurangan CdA fokus utama pada kecepatan tinggi
- Roda profil dalam (50-80mm)
- Optimalisasi posisi > pengurangan berat
- Lokasi power meter apa pun berfungsi (posisi stabil)
Sepeda Gunung (MTB)
- Kenyamanan/kontrol > aero
- Posisi tegak wajib (visibilitas, penanganan sepeda)
- Keuntungan aero dapat diabaikan pada kecepatan MTB (tanjakan <25 km/jam)
- Roda standar (daya tahan > aero)
- Pengurangan berat penting (fokus menanjak)
- Power meter: Pedal atau spider (terlindungi dari benturan)
Analisis biaya-manfaat: Menghemat 100g pada sepeda jalan raya = manfaat minimal. Menghemat 100g pada MTB = terlihat pada tanjakan teknis. Sebaliknya, roda aero €1000 menghemat 15W di jalan raya tetapi nol watt di jalur MTB.
Data Nyata: File Daya Jalan Raya vs MTB
Contoh Balap Jalan Raya
Durasi: 2 jam 15 menit
Jarak: 85 km
Daya Rata-rata: 205W
Daya Ternormalisasi: 215W (NP)
Indeks Variabilitas: 1.05 (sangat halus)
Faktor Intensitas: 0.77 (sedang)
TSS: 145
Waktu meluncur: 8% (hanya turunan)
Lonjakan >120% FTP: 12 (serangan, sprint)
Interpretasi: Upaya ketahanan stabil dengan serangan sesekali. VI rendah menunjukkan pengiriman daya yang halus. Rata-rata dan NP sangat dekat (hanya selisih 10W). Tipikal untuk balap jalan raya dalam peloton.
Contoh Balap XC MTB
Durasi: 1 jam 45 menit
Jarak: 32 km
Daya Rata-rata: 185W
Daya Ternormalisasi: 235W (NP)
Indeks Variabilitas: 1.27 (sangat bervariasi)
Faktor Intensitas: 0.90 (upaya keras)
TSS: 165
Waktu meluncur: 35% (turunan, teknis)
Lonjakan >120% FTP: 94 (ledakan konstan)
Interpretasi: Daya rata-rata lebih rendah tetapi NP jauh lebih tinggi (+50W!). VI tinggi mencerminkan pola upaya eksplosif. Jarak lebih rendah tetapi TSS lebih tinggi dari balap jalan raya. Hampir 100 lonjakan - normal untuk balap XC, bukan pacing buruk.
🔍 Observasi Kritis
Balapan MTB memiliki daya rata-rata lebih rendah tetapi TSS lebih tinggi daripada balapan jalan raya yang lebih lama. Mengapa? Daya Ternormalisasi (235W vs 215W) memperhitungkan biaya fisiologis dari upaya variabel. 94 lonjakan di atas ambang batas itu menciptakan stres metabolik yang tidak ditangkap oleh daya rata-rata.
Kesimpulan: Jangan pernah menilai upaya MTB dengan daya rata-rata. Selalu periksa NP dan VI. Pesepeda jalan raya yang melihat data MTB mungkin berpikir "hanya rata-rata 185W, perjalanan mudah" - tetapi 235W NP pada IF 0.90 sebenarnya adalah upaya ambang batas yang sangat keras.
Bagaimana Bike Analytics Memecahkan Masalah Ini
✅ Pelacakan FTP Terpisah Berdasarkan Disiplin
Bike Analytics mempertahankan nilai FTP terpisah untuk jalan raya dan MTB. Atur FTP jalan raya 280W dan FTP MTB 260W secara independen. Zona latihan dihitung secara otomatis dengan benar untuk setiap disiplin.
Mengapa ini penting: Aplikasi generik menggunakan FTP tunggal, membuat interval MTB terlalu keras atau interval jalan raya terlalu mudah. Bike Analytics menghormati kenyataan bahwa daya berkelanjutan berbeda antar disiplin.
✅ Deteksi Disiplin Otomatis
Bike Analytics menganalisis Indeks Variabilitas (VI) untuk secara otomatis mendeteksi jenis perjalanan:
- VI < 1.08: Diklasifikasikan sebagai Jalan Raya (menerapkan pemulusan daya 30s, FTP jalan raya)
- VI ≥ 1.08: Diklasifikasikan sebagai MTB (menerapkan pemulusan daya 3-5s, FTP MTB)
Tidak perlu penandaan manual. Aplikasi mengenali upaya MTB eksplosif vs upaya jalan raya halus secara otomatis.
✅ CP & W'bal Disukai untuk Analisis MTB
Bike Analytics menawarkan pemodelan Critical Power (CP) dan W Prime Balance, yang lebih unggul daripada FTP untuk MTB:
- CP: Lebih akurat mewakili daya berkelanjutan untuk upaya variabel
- Saldo W': Melacak deplesi/pemulihan kapasitas anaerobik waktu nyata
- Memprediksi performa balap MTB lebih baik daripada zona berbasis FTP
✅ Interpretasi TSS Berbeda Berdasarkan Disiplin
Bike Analytics menyesuaikan interpretasi TSS berdasarkan jenis perjalanan:
- TSS Jalan Raya: Perhitungan standar, korelasi kelelahan langsung
- TSS MTB: Ditandai dengan catatan bahwa stres teknis menambah beban efektif 10-20%
- Rekomendasi pemulihan memperhitungkan perbedaan disiplin
✅ Pelacakan Performa Khusus Jalur
Untuk pengendara MTB, Bike Analytics melacak performa pada jalur tertentu seiring waktu:
- Bandingkan jalur yang sama lintas beberapa perjalanan
- Lacak peningkatan daya pada rute yang sudah dikenal
- Identifikasi segmen tercepat dengan distribusi daya optimal
- Pantau kemajuan teknik (efisiensi daya pada bagian teknis)
Studi Kasus: Pengendara Nyata, Perbedaan Nyata
Studi Kasus 1: Pengendara Dual-Sport
Profil: Pesepeda kompetitif yang balapan di jalan raya dan XC MTB
Hasil tes:
- FTP Jalan Raya: 290W (diuji di jalan datar, protokol 20 menit)
- FTP MTB: 268W (diuji di jalur dengan gradien rata-rata 3-5%)
- Selisih: -22W (-7.6%) di MTB
Perbandingan data balapan:
- Road crit (60 menit): 225W avg, 268W NP, VI 1.19, IF 0.92
- XC MTB (90 menit): 195W avg, 260W NP, VI 1.33, IF 0.97
Analisis: Daya rata-rata lebih rendah di MTB tetapi IF lebih tinggi (0.97 vs 0.92). Balapan MTB sebenarnya lebih keras secara fisiologis meskipun rata-rata 30W lebih rendah. VI tinggi mencerminkan pola ledakan. Menggunakan FTP jalan raya (290W) untuk MTB akan menunjukkan IF 0.90, meremehkan upaya.
Studi Kasus 2: Perbandingan TSS
Skenario: Pengendara yang sama, skor 100 TSS yang sama, disiplin berbeda
Perjalanan jalan raya (100 TSS):
- 2 jam pada 72% FTP (tempo stabil)
- VI: 1.03 (daya halus)
- Pemulihan: Segar hari berikutnya, siap untuk intensitas
- Kelelahan otot: Sedang
Perjalanan MTB (100 TSS):
- 2 jam di jalur teknis (upaya variabel)
- VI: 1.18 (pola ledakan)
- Pemulihan: Lelah hari berikutnya, butuh istirahat
- Kelelahan otot: Tinggi (stres teknis, inti/lengan)
Kesimpulan: Angka TSS yang sama tidak berarti kelelahan yang sama. 100 TSS MTB menghasilkan lebih banyak stres karena daya variabel, tuntutan teknis, dan kelelahan seluruh tubuh. Pengendara membutuhkan hari pemulihan ekstra dibandingkan dengan perjalanan jalan raya.
Studi Kasus 3: VI & Performa
Eksperimen: Pengendara MTB mencoba meminimalkan VI di jalur yang sudah dikenal
Percobaan 1 (berkendara normal):
- Waktu: 45:23
- Daya Rata-rata: 210W, NP: 255W
- VI: 1.21 (lonjakan di tanjakan, meluncur turunan)
Percobaan 2 (tujuan daya halus):
- Waktu: 47:51 (+2:28 lebih lambat!)
- Daya Rata-rata: 235W, NP: 245W
- VI: 1.04 (daya stabil sepanjang perjalanan)
Analisis: Mencoba "menghaluskan" daya di MTB membuat pengendara lebih lambat meskipun daya rata-rata lebih tinggi. Mengapa? Mengayuh melalui turunan membuang energi. Tidak melonjak di bagian curam kehilangan momentum. Kesimpulan: VI tinggi optimal untuk MTB, bukan cacat yang harus diperbaiki.
FAQ: Analitik Jalan Raya vs MTB
Haruskah saya menguji FTP secara terpisah untuk jalan raya dan MTB?
Ya, idealnya. FTP MTB biasanya 5-10% lebih rendah dari FTP jalan raya karena kadensi lebih rendah, perubahan posisi, dan tuntutan teknis. Menguji keduanya memberikan zona latihan paling akurat.
Alternatif: Tes di jalan raya, kurangi 7% untuk zona MTB. Contoh: 280W FTP jalan raya → 260W FTP MTB.
Bisakah saya menggunakan zona latihan jalan raya untuk latihan MTB?
Tidak secara langsung. Zona jalan raya mengasumsikan pengiriman daya yang halus. Zona MTB perlu memperhitungkan variabilitas. Jika menggunakan zona jalan raya untuk MTB:
- Kurangi FTP sebesar 5-10% terlebih dahulu
- Terima pencampuran zona (target NP di zona, bukan daya instan)
- Gunakan jendela pemulusan yang lebih pendek (3-5s vs 30s)
Solusi lebih baik: Gunakan Bike Analytics dengan pelacakan disiplin terpisah.
Mengapa daya rata-rata MTB saya jauh lebih rendah daripada NP?
Ini normal! NP bisa 30-50W lebih tinggi dari daya rata-rata untuk MTB karena:
- Banyak waktu tanpa daya (turunan meluncur, bagian teknis)
- Sering lonjakan daya tinggi di atas ambang batas
- Medan variabel menciptakan lonjakan daya
Selalu nilai upaya MTB dengan NP, bukan daya rata-rata. Perjalanan yang menunjukkan 185W rata-rata tetapi 235W NP sebenarnya adalah upaya ambang batas yang keras.
Apakah TSS sebanding antara berkendara jalan raya dan MTB?
Tidak secara langsung. 100 TSS MTB biasanya terasa lebih keras daripada 100 TSS jalan raya karena:
- Stres teknis (kelelahan mental, penanganan sepeda) tidak tertangkap dalam TSS
- Kelelahan seluruh tubuh (inti, lengan, stabilisator) vs hanya kaki di jalan raya
- VI tinggi menciptakan lebih banyak stres metabolik daripada daya halus
Aturan praktis: Tambahkan 10-20% ke TSS MTB untuk kelelahan yang setara. 100 TSS MTB ≈ 110-120 TSS jalan raya dalam kebutuhan pemulihan.
Mengapa detak jantung saya tetap tinggi selama turunan MTB dengan daya nol?
Tekanan teknis dan psikologis. Selama turunan:
- Fokus mental/konsentrasi meningkatkan HR
- Respons ketakutan mengaktifkan sistem saraf simpatik
- Stabilisasi inti dan lengan menciptakan permintaan metabolik
- Kontraksi otot isometrik (menekan rem, memegang setang)
Inilah sebabnya mengapa HR tidak cocok dengan daya selama MTB seperti di jalan raya. HR + daya bersama-sama memberikan gambaran lengkap untuk MTB.
Haruskah saya mencoba mengurangi VI pada perjalanan MTB?
Tidak! VI tinggi (1.10-1.20+) adalah optimal untuk MTB. Mencoba menghaluskan daya menyebabkan:
- Waktu lebih lambat (tidak melonjak di tanjakan, mengayuh turunan)
- Energi terbuang (mengayuh saat Anda harus meluncur)
- Kehilangan momentum (tidak menyerang bagian curam cukup keras)
VI rendah di MTB berarti Anda meninggalkan kecepatan di meja. Rangkul variabilitas - itulah yang membuat MTB cepat.
Apakah saya memerlukan power meter berbeda untuk jalan raya vs MTB?
Tidak, tetapi penempatan penting:
- Jalan Raya: Power meter apa pun berfungsi (pedal, engkol, spider). Posisi stabil.
- MTB: Pedal atau spider disukai. Lengan engkol rentan terhadap benturan dan melentur di bawah torsi tinggi.
Jika menggunakan satu power meter untuk kedua sepeda, berbasis pedal (Garmin Rally, Favero Assioma) paling serbaguna - mudah ditukar antar sepeda.
Keunggulan Bike Analytics
🎯 Mengapa Bike Analytics Berbeda
Kami adalah satu-satunya platform analitik bersepeda yang benar-benar memahami bahwa jalan raya dan MTB adalah olahraga berbeda yang memerlukan analisis berbeda:
- ✅ Deteksi disiplin otomatis berdasarkan VI - tidak perlu penandaan manual
- ✅ Pelacakan FTP terpisah untuk jalan raya vs MTB
- ✅ Pemulusan daya berbeda (30s jalan raya, 3-5s MTB)
- ✅ CP & W'bal disukai untuk MTB (lebih akurat daripada FTP)
- ✅ Interpretasi TSS disesuaikan berdasarkan disiplin
- ✅ Pelacakan khusus jalur untuk performa MTB seiring waktu
TrainingPeaks, Strava, WKO5? Mereka memperlakukan semua bersepeda sama. Bike Analytics tahu lebih baik.
Topik Terkait
Analitik Sepeda Jalan Raya
Selami lebih dalam profil daya kondisi stabil, optimalisasi aerodinamis, dan latihan berbasis FTP untuk pesepeda jalan raya.
Pelajari Lebih Lanjut →Analitik Sepeda Gunung
Panduan lengkap untuk analisis daya variabel, pelacakan saldo W', dan latihan fokus ledakan untuk pembalap MTB.
Jelajahi MTB →Model Critical Power
Mengapa CP dan W' lebih unggul dari FTP untuk analitik MTB. Termasuk pelacakan saldo W' dan aplikasi strategi balapan.
Pelajari CP/W' →Dapatkan Analitik yang Memahami Disiplin Anda
Apakah Anda bersepeda jalan raya, MTB, atau keduanya - Bike Analytics menganalisis data daya Anda dengan benar dengan wawasan khusus disiplin.
Unduh Bike AnalyticsUji coba gratis 7 hari • Deteksi disiplin otomatis • Pelacakan FTP terpisah